Minggu, 17 September 2017

Kisah Nagato, Raisa, dan Sephia

Assalamualaikum.

Selamat malam. 

Bandung lagi gerah - gerahnya belakangan ini. Entah karena tempat tinggal baru kami yang belum cukup membuat kami betah atau apa. Tapi kata ibu owner Godiva Studio itu memang benar, Bandung lagi panas banget. Kebayang yang tinggal di Timur Tengah, gimana panasnya coba. Atau yang di Jakarta, deh. Banten. Cirebon. Nanash... :(

Nggak sanggup. Putri salju cem saya mah leleh. Heheu. *hoek

Bawaannya tuh pengen yang seger - seger. Liatin bang Joong Ki atau om Gong Yoo, misalnya.  Nggak, deh. Mie bakso dan jus buah, mantep ya. Tadi jajan baso malang yang lewat depan rumah terus bikin jus buah di rumah. Jus pisang stawberry. Duh, nikmat mana lagi yang kau dustakan? 

Oh, kali ini saya cuma mau cerita, ya. Postingan ini saya ketik dan posting ke blog atas izin dan keseluruhan tulisan udah atas persetujuan yang bersangkutan. Tentu dengan menjaga kerahasiaan identitas dari orang yang mengalami ini. Kesamaan nama dan kejadian di luar kuasa saya, ya. Da memang saya mah mau nyeritain kisah milik tiga nama di judul tulisan ini.

Tentang kisah tiga orang yang saya kenal. Kawan satu komunitas. Ketiganya saya kenal cukup baik. Bahkan saya jadikan figur contoh.

Begini ceritanya...

Sabtu, 16 September 2017

Less Productive, Quarter - Life Crisis Atau Sekedar Insecurities?

Assalamualaikum.

Selamat malam. 

Akhir - akhir ini rasanya nggak pengen ngapa - ngapain. Hampir tiap malam nangis terus. Hidup teh asa nggak berarti. Terus dan terus bertanya ke diri sendiri, apakah yang sekarang saya lakukan ini sudah benar? Jika ya, kenapa rasanya nggak nemu kepuasan dan kesuksesan? Jika tidak, lantas saya harus apa? 

Pengen banget mencurahkan yang seperti ini, tapi posting yang happy happy juga dianggapnya galau lah, curcol lah, dan gagal membuat orang lain merasakan happy-nya saya. 

Ketika saya posting sesuatu yang happy, orang akan chat ke saya, bilang kalo saya tukang maen. Tukang makan. Malah ada juga loh yang bilang kalau sebenernya saya lagi galau karena sepemahaman dia, ketika seseorang posting sesuatu yang happy, sebenernya orang tersebut sedang sedih. Tapi justru ketika saya posting yang beneran galau, nggak happy, mereka akan berkata saya galau terus. Nggak pernah happy. Malah menasihati panjang lebar untuk sesuatu yang nggak saya perlukan. 
Kalau udah gini, saya harus apa? 

Dear Myself, I forgive you :)