Jumat, 07 September 2018

Bakso Mantep Gunung Giri

Assalamualaikum. 

Subuh - subuh gak bisa tiduuuuurrrr >_<

Sejak pindah rumah udah mending banget, sih. Ini efek kopi jadi melek. 

Yaudah, cerita makanan aja, ya. Review Bakso. 

Akhir bulan lalu, saya dan suami nyamperin adik dan mama saya di Taman Balai Kota Bandung. Terus bingung mau ke mana lagi setelahnya.  Adik saya lihat - lihat di aplikasi HPnya, tempat makan mana yang bisa dikunjungi. " Kak, lihat. Bakso Gunung Giri. Kata anak - anak Fitness sih enak. " tapi saya nggak begitu nanggapi. Cuma " Oh " aja.

Karena bingung, ya udah ambil motor dulu di parkiran. Adik saya parkir deket situ sedangkan suami markir di parkiran masjid Al - Ukhuwah. Kami ketemu di pintu parkiran. Masih bahas mau ke mana, karena mama, adik, dan suami pada bilang terserah saya. Bingung kan >_<

Saya memutuskan, ya udah, jalan aja dulu. Eh, ternyata, 50 meter dari pintu parkiran, di sebelah kiri ada Bakso Gunung Giri yang sebelumnya dibahas dede. Deket ternyata -_-

Surat Untuk Anakku

Anakku sayang,

Ummi menuliskan ini untukmu, saat kau masih ada disisi Allah. Ummi tak tahu kapan tubuh rapuhmu Ummi jaga baik – baik dalam rahim Ummi yang kokoh ini? Saat ini, bahkan Ummi belum tahu siapakah pria hebat yang menanamkan benihmu dalam rahim tempat tinggalmu kelak dalam rahim Ummi. 

Anakku sayang, 

Tahukah kamu, meski kau belum tercipta, meski kau belum bersama kami, Ummi sudah lebih dahulu mencintaimu. Cinta yang sempurna dari makhluk Maha tak sempurna yang kelak kau sebut Ummi. 

Anakku sayang, 

Meski demikian, maafkan Ummi yang tak menjaga tempat tinggalmu sebelum kau datang. Ummi tak menjaga kekuatan dan kekokohannya. Ummi tak menjaga makanan apa saja yang masuk dan mungkin tak menjaga kebersihannya. Maafkan Ummi nak, Ummi akan berusaha membenahi diri untuk menyambutmu suatu hari nanti. 

Pengalaman 2 x 2 Garis

Assalamualaikum.

Selamat sore. 

Menjelang adzan Maghrib, nih. Sembari menunggu suami pulang, saya mau berbagi pengalaman yang bagi saya sangat campur aduk rasanya. 

Pernikahan kami belum genap setahun. Sejak usia pernikahan 2 bulan, sebenarnya saya sudah sering banget menerima kalimat - kalimat yang membuat mood turun drastis. Pertanyaan klasik sepanjang sejarah umat manusia, terutama di Indonesia. Nggak tau sih apa di luar negeri 'umum' juga ditanya - tanya masalah seperti ini. 

Pertanyaan itu adalah, " Sudah hamil belum? " 

Nggak cuma satu pertanyaan itu (dan sejenisnya) saja, ternyata. Melainkan ada juga embel - embel selanjutnya. Misalnya, " Masa sih belum hamil juga? Dia nikahnya belakangan tapi sudah positif sekian minggu ", dan sejenisnya.

Cung, siapa yang sering ditanya hal seperti ini juga? 

Dear Myself, I forgive you :)