Anakku sayang,
Ummi menuliskan ini untukmu, saat kau masih ada disisi Allah. Ummi tak tahu kapan tubuh rapuhmu Ummi jaga baik – baik dalam rahim Ummi yang kokoh ini? Saat ini, bahkan Ummi belum tahu siapakah pria hebat yang menanamkan benihmu dalam rahim tempat tinggalmu kelak dalam rahim Ummi.
Anakku sayang,
Tahukah kamu, meski kau belum tercipta, meski kau belum bersama kami, Ummi sudah lebih dahulu mencintaimu. Cinta yang sempurna dari makhluk Maha tak sempurna yang kelak kau sebut Ummi.
Anakku sayang,
Meski demikian, maafkan Ummi yang tak menjaga tempat tinggalmu sebelum kau datang. Ummi tak menjaga kekuatan dan kekokohannya. Ummi tak menjaga makanan apa saja yang masuk dan mungkin tak menjaga kebersihannya. Maafkan Ummi nak, Ummi akan berusaha membenahi diri untuk menyambutmu suatu hari nanti.
Anakku sayang,
Sosok Abi belum Allah tampakkan. Tapi Ummi harap, Allah memberimu Abi yang hebat, yang tak hanya mampu menjadi contoh, tapi juga menjadi guru, penasihat, pelindung, dan penyokong bagi kita. Ia akan mengajari dan memberimu contoh bagaimana menjalani hidup dengan hebat. Mengajari Al – Quran dan sabar membimbingmu menghafal dan mengamalkannya. Abi yang sangat mencintai kita dan akan membawa kita pada surgaNya kelak.
Anakku sayang,
Jangan pernah kau menduakan Allah. Jadilah hamba Allah yang mukhlis, yang jadi kebanggaan Rasulullah. Menjunjung tinggi nilai – nilai agama dan sekaligus menggenggam dunia. Tak perlu susah mencari nafkah. Kau membuka lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan. Menjadi pemimpin yang baik, dengan kecakapan maksimal dan bermanfaat bagi ummat.
Anakku sayang,
Jadilah anak yang kuat, tangguh, dan selalu optimis dalam apapun. Cerdas, berwawasan luas. Jadilah anak yang pandai bergaul, Nak. Agak kelak kau tak tergelincir karena telah mampu memilah pijakan. Jadilah anak yang selalu menyertakan Allah dalam setiap detik hidup. Menjadi anak shaleh yang cerdas, hingga bisa mengalirkan bait – bait doa indah setelah Abi dan Ummi wafat nanti.
Anakku sayang,
Tetaplah tawadhu dalam keberhasilanmu. Jangan biarkan kesombongan hinggap meski sebesar biji dzarrah pun. Jaga kesucian diri dan hatimu. Kau terlahir suci, Nak. Jadilah suci kembali saat berpulang.
Anakku sayang,
Doakan Ummi ya, agar Ummi bisa mempersiapkan diri menjadi ibu yang hebat bagimu. Menjadi pelita dalam kelammu. Menjadi guru sekaligus sahabatmu. Mendampingimu sampai puncak kesuksesan dunia akhirat.
Anakku sayang,
Doakan Abi ya, agar dimanapun ia berada saat ini, ia juga sedang bersiap menjadi Ayah yang baik untukmu. Ia sedang mendekat padaNya, dan mempersiapkan diri membentukmu menjadi anak Ummi dan Abi yang hebat. Anak kesayangan Allah dan kebanggaan Rasulullah.
Anakku sayang,
Maafkan ketidaksempurnaan Ummi dan Abi ya, Nak! Maafkan bila kami membuatmu malu karena bukanlah orangtua hebat. Doakan kami nak, agar mampu mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk mementaskanmu ke pentas kesuksesan dunia akhirat. Belajarlah dari kisah Ummi, dan jangan melakukan kesalahan yang sama. Kau harus jauh lebih baik dari Ummi dan Abi.
Anakku sayang,
Bersabar ya, nak! Ummi yakin, Allah takkan memberikanmu pada Ummi diwaktu yang salah. Doakan Ummi agar Ummi juga sabar menjaga dan mempersiapkan diri.
Anakku sayang,
Aku mencintaimu. Dengan cinta sempurna meski Ummi sangat tidak sempurna.
Kosan, cimareme, 4 Juni 2013
With love,
Ummi
NB :
Menulis ini rasanya sudah melihat kepala bayiku. Hihi, rasanya semakin ingin menggendongmu, sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar