Minggu, 27 Januari 2019

Januari

Assalamualaikum. 

Wah, sekarang sudah Januari 2019, loh! 

Tahun baru kedua dengan suami di samping saya. Target tahun baru otomatis harus menyesuaikan juga, dari target pribadi, menjadi target bersama. 

Bagi kami, ini masih tahun perjuangan. Karena memang, target berjuang kerasnya adalah 5 tahun pertama pernikahan. Harus sama - sama bergerak, saling menyemangati, saling mengingatkan, dan bersama dalam kebaikan. Aamiin...

Yang paling signifikan dari Januari tahun ini adalah, saya makin ngeh kalo diri ini masih butuh banyak banget belajar dan mengelola waktu! Iya, masih sembarangan, soalnya. Kalo udah fokus, ya fokus. Nggak inget waktu. Padahal islam mengajarkan keseimbangan dalam hidup dan kebijakan dalam mengatur waktu. Hiks ...

Kalo bahas resolusi, masih bisakah?
Banyak orang bilang, resolusi itu sesuatu yang percuma dibuat karena tetep nggak bakal kita capai. Itu itu saja tiap tahun. Tapi bagi saya, setiap tahun terasa lebih mantap kalau punya banyak hal untuk dituju. 

Ada pula yang bilang, kalau resolusi tidak untuk dibagikan kepada banyak orang, seperti ditulis di blog atau medsos, misalnya. Tapi buat saya, ini merupakan reminder. Pengingat. Ada rasa syukur dan bahagia ketika kita lalai, terus pembaca tulisan kita mengingatkan kembali. Apalagi kalau caranya baik dan pas. Mantep, deh!  

Oleh karena itulah saya menuliskan ini di sini. Tentu saja, saya tetep menjaga privasi diri saya dan suami, ya. Secara global, Insya Allah, rencana saya tahun ini adalah : 

1. Shaum lebih rajin dan menjaga amalan sunnah
Waktu mamah mertua ngundang pak ustadz Ridho dari Rehab Hati ke rumah beberapa minggu yang lalu, beliau mengingatkan kami mengenai 4 cara setan mengganggu kita. Cara pertama adalah membuat kita melalaikan yang wajib dan jika itu tidak berhasil, cara kedua adalah membuat kita lalai terhadap hal - hal sunnah. Wah, ini jleb banget! Kemudian saya dan suami bertekad untuk kembali memperbanyak sunnah. 

2. Hidup lebih sehat
Duh, sejak diultimatum sama pak SpOG beberapa bulan lalu, jadi makin concern. Trus sadar bahwa walau secara fisik kita kelihatan sehat dan berisi, belum tentu tubuh kita sehat. Ada beberapa kondisi di mana seseorang lebih sehat dalam kondisi badan yang terlihat kurus. Kurus ga slalu berarti kekurangan.

3. Melanjutkan studi
Bisa menyelesaikan kuliah tentu menjadi kepuasan tersendiri, ya. Tapi letak kampus yang jauh dari domisili saya sekarang, tentu jadi pertimbangan banget. Akhirnya memutuskan ga mesti lanjut di kampus yang sama, deh. Baik itu pendidikan formal atau non formal.

4. Lebih bermanfaat bagi orang lain 
Yup, kepuasan yang ga bisa dibeli pake uang. 

Kalo kamu, apa resolusimu? 
Semoga kita bisa meraihnya, ya. Meraih yang terbaik untuk diri sendiri dan orang yang menyayangi kita. Aamiin... 

2 komentar:

  1. Wah, kalo gitu saya mau lebih rajin mengerjakan ibadah wajib dan ditambah sama yang sunah juga.

    Kalo resolusi masih sama kayak taun-taun kemaren, menikmati hidup dengan woles dan baca banyak buku.

    BalasHapus

Dear Myself, I forgive you :)